Monday, March 7, 2016

Sekitar Selasa pagi (05/05) kemarin, sebuah badai matahari terkuat di tahun 2015 menabrak bumi. Akibatnya, listrik di kawasan Pasifik dilaporkan padam. Namun, ilmuwan mengatakan badai itu belum seberapa dibanding badai lain yang siap menyerang bumi di masa depan.



Kazunari Shibata, seorang ilmuwan astrofisika dari Universitas Kyoto, Jepang, mengungkapkan bila matahari masih berpotensi mengeluarkan badai matahari terbesar yang pernah diketahui oleh umat manusia, Daily Mail (06/05).

Shibata yakin bila kekuatan badai matahari terdahsyat itu sekitar 1000 kali lebih kuat dari badai matahari terkuat yang pernah menghampiri bumi di tahun 1859 silam.

Perlu diketahui, badai matahari super tahun 1859 yang bernama 'Carrington Event' itu diklaim memiliki kekuatan hingga 10 miliar bom nuklir yang jatuh di Hiroshima Nagasaki. Tidak hanya itu, badai matahari Carrington ketika itu melaju menghantam bumi dengan kecepatan 3000 kilometer per detik!

Untung saja saat itu perkembangan teknologi belum seperti saat ini, sehingga dampak kerusakan yang terasa tidak terlalu besar. Badai itu 'hanya' merusak kabel telegraf sepanjang 200.000 kilometer.

Menurut Shibata yang saat ini bekerja di pusat penelitian luar angkasa di Colorado, Amerika, badai matahari dengan kekuatan 10 triliun bom Hiroshima Nagasaki itu sedang mengintai bumi di masa depan. Meskipun belum bisa memprediksi waktu pasti terjadinya, Shibata yakin bila badai matahari terdahsyat itu terjadi setiap 800 hingga 5.000 tahun sekali.

Lebih lanjut, Shibata mengatakan bila badai super itu benar-benar terjadi, Bumi akan mengalami bencana besar dan mempunyai dampak jangka panjang terhadap kehidupan di planet kita ini.

0 comments:

Post a Comment