Monday, March 7, 2016

Keteguhan mengenakan jilbab memaksa seorang polisi wanita muslimah di Amerika Serikat dipaksa mundur. Di tengah dilema itu, nasib baik menghampirinya.



Satuan polisi dari Edmunton, Kanada menawarkan posisi bagi Polwan asal negara bagian Ohio, AS itu.

Sersan Mark Farnell yang bertugas sebagai perekrut polisi dari kesatuan Edmunton mengaku mengetahui dilema yang dihadapi Polwan ket*ruan Somalia, Ismahan Isse, ini lewat media online.

Tak mau membuang kesempatan, Farnell melihat ada peluang bagi kesatuannya merekrut wanita 29 tahun itu menjadi polisi di Edmunton. Alasannya, kesatuannya telah memiliki seragam khusus Polwan berkerudung.

"Dia begitu berambisi menjadi petugas polisi," kata Farrel seperti dikutip alarabiya.net, Jumat, 8 Mei 2015.

Jika tertarik, Issa harus terlebih dahulu menjadi warga tetap Kanada. Namun proses ini kemungkinan segera terwujud karena profesinya tersebut.

"Saya sebetulnya memikirkan tawaran ini dengan serius," ujar Issa yang mengaku telah berbicara dengan Farnell.

Di Ohio, Issa mengaku tak diperkenankan mengenakan hijab selama pelatihan. Namun selama proses wawancara, Issa justru tak mendapat protes ketika mengenakan hijab.

0 comments:

Post a Comment