Monday, November 9, 2015

Ada hal yang unik dari koleksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Sulawesi Selatan yang dipamerkan dalam Makassar Expo 2015 yang berlangsung di anjungan Pantai Losari.



Dari seluruh koleksi jenis meteran air yang dipamerkan, ternyata ada meteran air peninggalan zaman kolonial Belanda yang pernah digunakan masyarakat kota Makassar pada tahun 1959.

Hubungan Masyarakat (Humas) PDAM Kota Makassar Idris menjelaskan, seluruh koleksi meteran air yang dipamerkan dalam Makassar Expo 2015 adalah jenis meteran air yang digunakan sejak tahun 1959 hingga tahun 2000. Dari seluruh koleksi meteran air yang dipamerkan, ada 1 meteran air yang tertua, yakni meteran air yang pernah digunakan pada zaman kolonial Belanda. Mereknya bernama Kent. 

"Meteran air merek Kent ini bahannya semua terbuat dari besi. Bedanya dengan meteran saat ini, bahan bakunya lebih kepada bahan plastik fiber. Fungsi dan cara kerjanya sama persis,"? kata Idris kepada Liputan6.com di Makassar, Jumat 8 Mei 2015.


Koleksi meteran air PDAM dipamerkan dalam Makassar Expo 2015. (Liputan6.com/Eka Hakim)

Pertimbangan meteran air yang sekarang digunakan di masyarakat bahannya lebih kepada fiber, menurut Idris, agar masyarakat tak resah lagi jika meteran airnya dilirik pencuri.

"Dulu meteran air itu kebanyakan bahan besi dan harganya mahal, dan kondisi sebelumnya banyak meteran air warga hilang dicuri maling. Ini yang menjadi alasan meteran air sekarang ini lebih berbahan fiber," ungkap Idris.

Seluruh koleksi jenis meteran air yang dipamerkan PDAM Makassar, lanjut Idris, merupakan koleksi yang sejak lama disimpan di dalam gudang PDAM.

"Jadi semua koleksi kita itu ditemukan di dalam gudang penyimpanan PDAM Makassar. Ada yang keluaran tahun 1959 hingga sekarang ini kita punya. Perawatannya juga agak sulit karena meteran air yang zaman Belanda tersebut mayoritas berbahan besi dan gampang karat," demikian Idris. (Sss)

0 comments:

Post a Comment